http://goo.gl/qqQ6r3


WELCOME TO HOT CHURCH-GEREJA RUMAH KEBENARAN-BOGOR

CLOSE TO YOUR FATHER


Semua dimensi ilahi yang dialami oleh bapa-bapa rohani kita sesungguhnya adalah warisan kita. Berhentilah menganggap biasa pemimpin kita/bapa rohani kita. Bapa rohani kita bukanlah orang yang biasa, memang mereka sama seperti orang lain, butuh makan, dapat mengantuk, dll, namun itu adalah aspek natural dari seorang manusia. Jangan hanya melihat hal-hal yang natural di dalam diri mereka melainkan ada hal yang Tuhan bangun di dalam diri mereka, ketaatan mereka, kasih mereka, pengorbanan mereka, hati yang benar, kemurnian, dll...kita sebagai anak-anak harus mampu melihat apa yang Tuhan bentuk di dalam diri bapa rohani kita.

Mulai hari ini bangun hubungan yang dekat dengan bapa rohanimu. Close to your father. Give attention untuk hidupnya. Kita harus bisa melihat bapa rohani kita istimewa. Mereka memang manusia biasa tetapi Allah membentuk mereka.
Ada dua contoh anak di dalam Alakitab yang menceritakan bagaimana mereka mengikuti bapa rohani dan mewarisi roh yang sama dengan apa yang bapa rohani mereka miliki:

Paulus-Timotius

1Ti 1:18  Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.

Mengapa “Tugas ini“ dipercayakan kepada Timotius? Mengapa tidak kepada yang lain? ada sesuatu yang ada di dalam diri Timotius sehingga Paulus mempercayakan pelayanannya kepadanya. Timotius bukan sekedar mengikuti Paulus, dan juga bukan sekedar taat kepada Paulus. Tetapi Timotius mengistimewakan Paulus. Timotius adalah model bagaimana kita mengikuti bapa rohani kita.

2Ti 3:10  Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

     1. Surat Timotius bukan khotbah kepada Jemaat tetapi surat Timotius adalah surat dari seorang bapa kepada anak.
Paulus manusia biasa tapi ada hal-hal ilahi yang Tuhan bangun di dalam dirinya sejak ia bertobat. Kita dapat memiliki apa yang dimiliki oleh bapa kita tanpa harus dimulai dari nol. Contohnya Ishak hanya melanjutkan sejauh mana Abraham berjalan. Yakub hanya melanjutkan sejauh mana Ishak berjalan. The next generation will be better. Generasi pertama mengambil dari Tuhan dan meneruskannya kepada yang lain. Generasi pertama mencari Tuhan, kemudian dibentuk oleh Tuhan agar dirinya dapat menjadi pola. Tapi apa yang dibangun di dalam dirinya disediakan Tuhan untuk generasi berikutnya. Timotius mengikuti hal-hal yang terbangun di dalam diri Paulus. (2 Tim 3:10). 

Ini adalah hal-hal ilahi yang dibentuk Tuhan di dalam diri Paulus. Mengapa Timotius? Karena Timotius dapat merepresentasikan Paulus dengan benar. Karena banyak orang yang mengikut seseorang dan membangun apa yang berbeda dari apa yang diterima dari orang-orang itu. Inilah orang yang tidak merepresentasikan bapanya dengan benar.  Kitah harus bisa melihat hal yang ilahi, yang unik, yang special, yang tidak ada pada diri orang lain, di dalam diri pemimpin kita. Kalau kita menggangap bahwa bapa kita adalah orang biasa maka kita tidak akan pernah menghargai dan mengistimewakan dia karena dia adalah orang biasa. Dengan berpikir bahwa tanpa terhubung dengan dia kita bisa mendapatkan hal-hal tersebut dari orang lain. Itu sebabnya banyak orang-orang di dalam gereja lebih membanggakan pendeta lain lebih dari pada gembala mereka. Mengapa? Karena mereka menganggap gembala mereka adalah gembala biasa dan ada banyak yang seperti dia, dan tidak perlu mengikuti ajarannya. Gembala tersebut tidak dapat dilihat sebagai jemaat yang special yang dikirim Tuhan.

Bapa rohani adalah pemberian Allah. Mereka adalah orang yang Tuhan kirim ke dalam hidup kita untuk membawa kita ke dalam destiny yang Tuhan maksudkan. Kalau Tuhan membawa kita di dalam bimbingan seorang bapa rohani maka kita harus melihat bahwa mereka adalah pemberian Allah. Itulah sebabnya mengapa orang-orang tidak mampu bertumbuh karena mereka menganggap pemberian Allah penuh kelemahan. " ...ah ga papa aku taat walaupun pemimpinku penuh kelemahan...". Selama kita mengatakan hal itu, kita tidak akan pernah pergi kemana-mana. Kita menghina pemberian Allah. Seolah-olah kita berkata “ya bapa rohaniku memang dari Tuhan tetapi dia punya kelemahan”. Siapa yang kita hina? Siapa yang memberi bapa rohani bagimu? Kita harus merubah pikiran kita. Kita tidak perlu mempedulikan kekurangan bapa rohani kita karena itu adalah urusan Tuhan. Selama dia memiliki bapa rohani maka itu adalah urusan bapanya. Tetapi apa yang Tuhan bentuk di dalam bapa rohani kita, kita harus bisa melihat bagaimana passion dia dalam mengikut Tuhan dan kegigihannya dalam mencari hadirat Tuhan.

Harus ada aspek-aspek di dalam diri pemimpin kita yang kita inginkan. Bukan hanya berkata “ya, daddy baik, bapa baik”.  Bukan hanya karena mereka baik karena orang baik itu banyak. Lihat apa yang ingin kita tiru, apa yang Tuhan bentuk di dalam diri bapa rohanimu dan kau ingin seperti dia? Renungkan apa yang menjadi kelebihan pemimpin kita sebab ada banyak aspek ilahi yang Tuhan bangun di dalam hidup mereka tetapi permasalahannya mata kita tertutup. Kita fokus kepada kelemahan dan kekurangan mereka. Kita yang diperbaiki tetapi kita malah menyerang orang yang memperbaiki hidup kita sehingga apa yang luar biasa di dalam hidupnya kita lupakan. Kita tidak fair.

Kita harus bisa melihat apa yang ilahi dan yang Tuhan bentuk di dalam diri bapa rohani kita. Itulah alasan mengapa kita mendekat dan bercakap-cakap serta membangun hubungan dengan bapa rohani kita. I like to be with my father. I enjoy to be with my father. I enjoy the fellowship, I enjoy the word. Itu adalah pondasi. Jika kita tidak nyaman berada dekat dengan mereka, kita merasa gerah, artinya ada sesuatu yang salah. Satu-satunya cara adalah kita harus membangun hubungan sedekat mungkin dengan bapa kita.

Jika kita respek terhadap bapa kita maka kita akan mudah bertemu dengan Tuhan. Prepare yourself dan make him special. Jika kita  mampu melihat apa yang Tuhan bangun di dalam diri bapa rohani kita, melihat hal yang luar biasa yang Tuhan kerjakan di dalam dirinya, jika kita mampu melihat itu, kita memiliki ketekunan untuk mengikuti dia. Karena pembapaan adalah apa yang pernah dicapai oleh generasi sebelumnya dapat dipakai oleh generasi selanjutnya.

Semua yang kita perlukan untuk mengubah bangsa-bangsa sudah terakumulasi di dalam diri bapa kita. Bapa rohani kita membayar harga untuk secure the legacy untuk itu koneksikan diri kita secara akurat dengan seorang bapa rohani. Jangan sampai bapa rohani kita menyimpang, berdoalah untuk pemimpinmu. Bersyukurlah karena bapa rohani kita terhubung akurat dengan bapa rohaninya. Tidak usah pusing untuk mengubah dunia, melainkan terlebih dahulu kita harus taat kepada bapa rohani. Dengarkan perkataannya. Koneksikan dirimu.

Timotius dapat dipercayakan karena dia bisa melihat pendirian, kasih, ketekunan, dll yang ada di dalam diri bapa rohaninya. Orang yang bisa mengikut Tuhan adalah orang yang dapat melepaskan kehendaknya. Orang yang ada di dalam rumah rohanipun adalah orang yang dapat melepaskan kehendaknya. Apa yang sudah dibentuk dalam diri Paulus dicangkok oleh Timotius. Walaupun nenek dan ibunya rohani namun Timotius tetap mendengarkan Paulus yang adalah bapa rohaninya. Timotius hidup dari satu sumber. Memang ibu dan neneknya pernah membawanya pada satu titik perjalalan rohani namun Paulus membawanya lebih jauh lagi. Timotius berada di bawah pengayoman Paulus dan Timotius mengistimewakan Paulus.

Elia-Elisa

Mengapa kitab Maleakhi berkata bahwa Elia akan datang dan berbicara tentang pemulihan bapa dan anak akan terjadi di akhir jaman. Mengapa Elia yang harus datang? Karena Elia berkolaborasi dan membuat apa yang belum terjadi di dalam hidupnya terjadi di dalam generasi selanjutnya. Elia menggambarkan bagaimana proses kenabian bisa ditransfer ke generasi selanjutnya. Elia mengurapi Elisa, Elisa mengutus seorang nabi muda dan nabi muda mengurapi Yehu. Yehu yang membunuh Isebel. Semua janji Tuhan digenapi di dalam generasi ke empat dan kita adalah generasi ke empat itu. Kitalah finishing generation.

Kata biasa itu sangat berbahaya karena  itu menandakan familiarity spirit. Ketika proses “pengangkatan” oleh bapa kita, kita tidak dapat mendowload apapun karena kita menganggapnya biasa. Tapi jika kita menganggapnya special, kita terus mendampingi dia, ketika dia “terangkat” kita dapat men-download apa yang dimilikinya. Perlu ketekunan untuk memperoleh apa yang ada di dalam diri bapa rohani kita.

Kita tidak hanya mengikuti bapa rohani atau hanya taat kepadanya, melainkan kita memiliki kerinduan untuk mau melihat apa yang dia lihat maka kita juga akan menerima hal yang sama. Prinsip rohani mengatakan ketika engkau bisa melihat maka hal itu akan menjadi milikmu. Bukan hanya sampai kepada “merasakan”. Namun ketika kita mampu melihat, maka kita akan memasuki dimensi yang sama dan memasuki sorga yang sama dengan bapa kita.

2Ki 2:1  Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

    1. Gilgal = Kita harus berjalan bersama bapa kita dalam proses penyunatan. Jangan melarikan diri. Disunat itu adalah tahap awal.

Faktor Jemaat Dalam Lahirnya Gereja Yang Berotoritas

Kisah Para Rasul 19:8-10 (TB)
Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.
Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Dalam waktu dua tahun gereja Efesus mengalami kebangunan rohani yang sangat dasyat. Dalam waktu dua tahun seluruh Asia mendengar firman Tuhan. Padahal jumlah jemaat mereka hanya 12 orang. Ada dua faktor yang menyebabkan gereja Efesus mengalami kedasyatan.

   1. Faktor pertama adalah faktor KEPEMIMPINAN
Faktor kepemimpinan gereja sangatlah penting karena pemimpin (bahasa asli: kepala) adalah sumber. Pemimpin akan terus menyelaraskan dirinya dengan kebenaran. Seorang pemimpin harus selalu memastikan ada kobaran kasih mula-mula di dalam dirinya. Memastikan tidak ada kata letih, mundur, atau frustasi. Memastikan selalu mengalami kobaran kasih mula-mula, dimanapun dan kapanpun Tuhan mengutus pemimpin, harus selalu siap. Pemimpin harus selalu memastikan sorga terbuka di tengah-tengah pelayanan yang dilakukan. Memastikan di dalam tiap-tiap ibadah selalu ada kobaran roh. Memastikan selalu terhubung dengan ruang tahta. Seorang pemimpin harus selalu terhubung dengan bapa rohaninya dan berjalan dalam jalan kebenaran. Memastikan dari hari ke hari semakin akurat dan memastikan selalu ada firman setiap hari di dalam hidupnya.

    2. Faktor kedua adalah faktor JEMAAT

Kisah 19:9 (VMD)
“ada beberapa diantara mereka yang keras hati dan tidak mau percaya. Mereka mengatakan hal-hal yang buruk tentang jalan Tuhan di depan umum. Oleh karena itu, Paulus menginggalkan mereka dan membawa pengikut-pengikut untuk pergi ke sekolah Tiranus. Di sana dia berbicara setiap hari dengan orang banyak.”

Kualitas jemaat yang dimiliki Paulus adalah kualitas yang berbeda. Dalam kebanyakan gereja, mengapa tidak ada perubahan yang signifikan dan perubahan yang drastis dan dramatis? Semua karena faktor jemaat. kebanyakan jemaat menuntut pemimpinnya namun tidak pernah menuntut dirinya sendiri. Kebanyakan jemaat menuntut pemimpinnya berubah namun mereka sendiri tidak mau berubah. Kalau gereja mau bangkit, hidup dalam dimensi mujizat, karunia-karunia roh, itu semua tidak bisa dilimpahkan kepada pemimpin melainkan juga kepada jemaat.

Ada banyak orang yang mendengarkan pengajaran Paulus tapi mereka adalah orang-orang yang keras hatinya, tidak mudah percaya dan mengumpat/ menghina/melecehkan jalan Tuhan. Melecehkan (Indonesia) artinya menganggap rendah, menganggap biasa, mengabaikan perintah seseorang/apa yang dikatakan oleh pemimpin dengan sengaja. Jika kita ingin melihat kebangkitan gereja Efesus abad ke-21, maka jemaat dan pemimpin harus mulai membenahi sikap hati secara akurat. Tidak boleh ada lagi pelecehan di dalam hidup kita. Untuk itu kita perlu membangun hubungan yang sehat dengan seorang pemimpin/bapa rohani. 
Lalu apa peran aktif kita untuk membangun hubungan yang sehat dengan pemimpin sehingga gereja efesus abad 21 betul-betul dapat terimplementasi di dalam hidup kita?

Ibrani 13:7-9 (FAYH)
“ingatlah akan pemimpin-pemimpin yang telah mengajarkan Firman Allah kepada saudara. Renungkanlah segala kebaikan yang telah dihasilkan oleh hidup mereka, dan usahakanlah untuk beriman kepada Tuhan seperti mereka.
Yesus Kristus tetap sama, kemarin, sekarang, dan selama-lamanya.
Janganlah saudara tertarik akan ajaran-ajaran baru yang aneh. Kekuatan rohani saudara berasal dari kasih karunia Allah, bukan dari peraturan ibadat tentang makan makanan tertentu-suatu cara yang tidak mendatangkan faedah apapun kepada mereka yang telah mencobanya.”

Bagaimana cara agar jemaat dapat berberan aktif untuk menjadi Gereja Efesus jaman sekarang yang tidak kehilangan kasih mula-mula? Apa yang harus kita lakukan sebagai jemaat untuk kita dapat melahirkan gereja Efesus di akhir jaman ini. Bagaimana agar gereja kita dapan menjadi eklesia?
Ada beberapa ketetapan yang menuntut keakuratan dan sikap hati dalam hubungan kita dengan seorang pemimpin. Antara bapa dengan anak, antara yang dipimpin dengan yang mepimpin.

Kristen Goliat vs Kristen Daud

1 Samuel 17:1-58

Goliat adalah gambaran raksasa, badan besar, senjata banyak dan banyak bicara. (1 Samuel 17:4-10)
Sedangkan Daud adalah anak bungsu yang masih remaja, penggembala kambing domba, bukan tentara Saul, seorang penghibur musik bagi Saul ketika kerasukan. (ayat 12-15)
Daud mengenal jati dirinya bahwa ia adalah barisan Allah yang hidup. (ayat 26)
Daud memiliki keberanian. (ayat 32)
Daud memiliki pengalaman hidup bersama Tuhan. Firman telah membentuk hidup Daud. Penyertaan Tuhan nyata atas Daud. (ayat 34-37)
Goliat yang besar rubuh dengan satu sentuhan batu kecil. Mulut besar, badan besar dan gaya yang selangit hanya dirubuhkan dalam beberapa detik saja.

Bagaimana dengan kita, apakah kita kristen Goliat? Banyak mulut, merasa lebih baik dari yang lain, hanya gaya saja sebagai gereja apostolik tetapi kalah hanya oleh kemalasan, gambar diri yang buruk dan ketakutan?
Atau kita adalah kristen Daud? Sederhana. Tidak banyak gaya namun sekali kita bergerak sorga terbuka dan kemenangan selalu terjadi dalam hidup kita.
Pilihan ada di dalam hidupmu. Goliat atau Daud?

Kekristenan Goliat adalah gambaran kekristenan yang rapuh, mudah dikalahkan oleh berbagai “RASA” yang dialami. Berbeda dengan Daud yang tidak bisa dikalahkan oleh gertakan, intimidasi, dan berbagai perasaan yang ada.

Sadarkah kita semua bahwa bentuk pekerjaan musuh dalam hidup kita selalu berbicara tentang rasa? Malas adalah rasa, itu sebabnya disebut rasa malas. Takut juga sebuah rasa. Marah juga sebuah rasa. Mengapa kita tidak dapat membangun hubungan dengan bapa rohani? Karena rasa. Mengapa kita tidak bisa menerima keberadaan saudara rohani kita? Karena rasa. Mengapa kita tidak mau mengirim renungan kepada pemimpin kita? Karena rasa. Semua yang terjadi di dalam hidup kita dikuasai oleh karena rasa.

Goliat gagal menghadapi rasa malu dan terhina ketika Daud maju menghadapinya. Badan besar namun tidak mampu menghadapi rasa yang berkecamuk dalam dirinya. Makanya perkataan yang keluar adalah membandingkan dirinya dengan anjing. Berbeda dengan Daud, sebelum maju sudah mengalami berbagai rasa yang tidak enak. Dihina, dimarahi dan dianggap kecil oleh kakak-kakaknya. Daud menghadapi semua “rasa” itu. Bahkan ketika Saul tidak menyambut baik Daud, Daud tidak tersinggung ataupun malu dan marah. Daud tetap santai menghadapi semua itu.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita adalah kelompok Goliat yang selalu dikalahkan oleh “rasa”? Atau kita adalah kelompok Daud yang membunuh raksasa “rasa” dalam hidup kita?

Bangkitlah dan alami kemenangan dalam menghadapi rasa yang terus bergulat dalam dirimu. Rasa malu, rasa rendah diri, rasa marah, rasa sepi, rasa kuatir, rasa kalah, rasa tertekan, rasa ditinggalkan, rasa dihina, rasa malas, rasa bodoh, rasa tidak mampu, dan berbagai rasa yang lain. Itu adalah raksasa dalam hidup manusia.

Kabar baiknya adalah semua yang kita butuhkan untuk menaklukkan raksasa rasa sudah ada di dalam tangan kita. Tanpa bantuan dari luar, kita dapat mengalahkan raksasa rasa tersebut karena Roh Kristus sudah ada di dalam kita. Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, ada di dalam kita (Roma 8:11). Yang kita perlu lakukan adalah mengaktivasi roh yang ada di dalam kita. Mulailah mendeklarasikan firman!! Mulailah perjalanan rohani kita dari titik kemenangan.

Facing the giant!!! Wake up man!!! You can do it, giant killer!!!


Info Ibadah:
SUNDAY TRAINING
DI HOTEL AGRIA BOGOR
JAM 4 SORE

KEMAH ALLAH DI BUMI INI



Ps. Victor Lie sebagai gembala HOT Church mengawali ibadah kali ini dengan mengajak seluruh jemaat untuk terus memiliki modal dasar yaitu hati yang haus dan lapar dan hati yang mencintai Tuhan. Hal itu tidak akan bisa diambil dan dicuri dari kita karena itu sudah menjadi satu dengan diri kita bahkan di level manapun kita dibawa Tuhan, hati yang lapar dan haus akan Tuhanlah yang harus terus kita pertahankan dan kita tumbuhkan. Kalau ada banyak hal di dunia ini yang menarik hati kita dan menyisihkan rasa lapar dan haus akan Tuhan, ini waktunya kita mengambil waktu puasa sepanjang yang kita bisa karena ada banyak orang yang meninggalkan Tuhan bukan karena awalnya tidak mencintai Tuhan tapi karena kehilangan rasa haus dan rasa lapar. Selanjutnya Ps. Victor mengingatkan untuk setiap jemaat menyingkirkan familiarity spirit dan roh kesombongan. Karena familiarity spirit berasal dari roh kesombongan dan itu dapat membunuh rasa lapar dan haus akan Tuhan di dalam diri kita. 

Kali ini Ps. Victor sendiri yang membawa jemaat dalam penyembahan dan di tengah-tengah penyembahan yang ada intensitas penyembahan terasa begitu kuat menguasai seluruh ruang ibadah, Ps. Victor tiba-tiba mengajak jemaat untuk melalukan tindakan iman untuk menghirup udara di dalam hadiratNya, mengimajinasikan bahwa udara yang dihirup adalah udara yang tidak biasa, kemudian terus dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “ this is the air I breath” tapi kali ini Ps. Victor menekankan kepada semua jemaat untuk tidak asal bernyanyi, bernyanyi bukan untuk menghabiskan lirik lagu yang ada tetapi bernyanyi dengan satu kesadaran penuh bahwa kita membutuhkan hadiratNya lebih dari pada oksigen, karena oksigen yang kita hirup sekarang bukanlah O2 tapi the presence of the Lord dan hendaklah hadirat Tuhan itu tertanam kuat di dalam diri setiap jemaat bahwa yang dibutuhkan bukanlah oksigen tapi hadirat Tuhan. Realita hadirat Tuhan dan cengkraman hadiratNya begitu terasa di penyembahan kali ini. Ada satu kesadaran yang timbul dalam hati setiap jemaat bahwa yang mereka butuhkan sebenarnya bukanlah uang, bukanlah kesenangan dunia bukan juga oksigen yang dihirup sehari-hari tetapi lebih dari pada itu realita hadiratNya. Setelah penyembahan berakhir barulah Ps. Rana Wijaya mengambil bagian untuk memimpin khotbah kali ini.

“Extravagant” adalah kata pembuka dari firman Tuhan yang dibawakan oleh Ps. Rana kali ini, pemimpin di HOT Church yang juga saudara rohani dari Ps. Victor dan rekan pelayanan dalam membangun jemaat HOT Church. Penyembahan tidak memiliki arti kecuali bejana yang membawa keharuman di dalam hidup kita itu benar-benar diremukkan. Insan ini harus remuk supaya keharuman dari pada hal-hal rohani bisa tercium. Ps. Rana menjelasakan bahwa dalam kegerakan ini Tuhan membangun dua dimensi yang keduanya saling berkaitan kuat yaitu Roh dan Firman. Kita bernafas di dalam hadirat Tuhan dan kita ter-capture disana, ketika kita terus membangun di dalam roh setiap hari maka ditangkap oleh realita hadiratNya adalah bagian yang sudah pasti akan kita alami bersamaNya. Ketika kita mengerti hal ini, maka kita akan tetap hidup sekalipun disekeliling kita mengalami kematian. Ketika realita hadirat Tuhan meng-captured kita, kita tidak lagi bergantung kepada oksigen tetapi ada sesuatu yang membuat kita tetap hidup dan itulah realita hadiratNya.

Ketika kita sungguh-sungguh kepada Tuhan, ada banyak orang yang mulai mempertanyakan masihkah 20 tahun ke depan kita tetap bersungguh-sungguh? Bagaimana kita bisa mengalami realita hadiratNya, Bapa pun menginginkan ada banyak orang diluar sana yang berada dalam kematian bisa dibawah keluar dan masuk melalui keberadaan kita ke dalam kemuliaan yang sorga telah sediakan. Kita bersyukur karena kita memiliki bapa-bapa rohani yang menjelaskan tentang dimensi sorga kepada kita yang belum pernah pergi ke sana. Tapi apakah kita juga memiliki kemampuan yang sama menjelaskan apa yang kita alami dengan Tuhan? di tempat yang bernama “kekekalan”, di tempat yang bernama “hadirat Tuhan”, di tempat yang bernama “kekudusan”.
 
Ps Rana menegaskan kita tidak bisa menghakimi orang-orang yang hidup dengan dimensi dunia karena mereka tidak pernah melihat kekudusan sehingga sulit bagi mereka berjalan dalam kekudusan karena mereka tidak pernah masuk dalam dimensi kekekalan, tetapi apa yang kita alami di dalam dimensi kekekalan dapat kita jelaskan kepada mereka. 

Lebih lanjut Ps. Rana membagikan apa yang beliau yakini tentang kambing domba kedar, bangsa yang besar ini akan datang ke rumah Tuhan. ini adalah hal yang begitu mudah kalau Tuhan dapat menemukan rumahNya dan dapat membangun rumahNya di negeri ini, dan di kota ini. Ps. Rana pun mendorong jemaat untuk membangun manusia roh mereka, masuk ke dalam dimensi kekekalan dan alami dimensi yang bekerja disana sehingga kita selalu memiliki pesan bagi kehidupan bahkan bagi mereka yang terus dikuasai oleh sistem dunia. 

Ps. Rana memberikan penjelasan secara jelas tentang stature kita yang tidak ditentukan oleh apa yang kita pakai. Contohnya sekalipun emas ditaruh di dalam karung akan tetap bernilai emas tetapi kalau jerami sekalipun dimasukkan ke dalam mobil mewah tetap saja itu adalah jerami. Kalau hidup kita adalah “emas” orang akan tetap mendengarkan apa yang kita hidupi. Itulah sebabnya bukan berarti kita yang mungkin baru bisa memiliki motor hidupnya dibawah dari pada orang yang naik mobil mewah karena pengaruh kita di tengah-tengah manusia tidak ditentukan dengan apa yang kita pakai. Satu kepercayaan kita adalah bahwa gereja ini (HOT Church) akan punya kemampuan untuk membawa kota ini (Bogor) kepada Tuhan. 

Akan banyak orang yang akan datang kepada kita tapi itu bergantung bagaimana hidup kita dibangun hari-hari karena hal tersebut akan menentukan mereka akan seperti siapa dan ketika mereka datang dan melihat hidup kita, mereka akan hidup sama seperti kita hidup benar. Siapkan diri kita…!!! ketika kita terus membangun di dalam roh, itu bertujuan untuk membuat kita lebih “sakti”. Ketika kita masuk ke dalam dimensi kekekalan dan ketika kita dikenal di tempat maha kudus, lihat apa yang akan Tuhan lakukan, Dia akan memanggil kita, Dia akan memakai kita dan mempertemukan kita dengan orang-orang strategis.

Ps. Rana Wijaya menceritakan bagaimana beliau berasal dari keluarga yang tidak mengasihi Tuhan dan jauh dari Tuhan, tapi dalam kedaulatanNya Ps Rana dipilih sehingga dia mampu berbicara hari ini bahwa apa yang dialaminya bukanlah  hasil usahanya tetapi bukti dari kedaulatanNya. Maukah kita keluar dari masa lalu kita? lupakan “Ur-kasdim”, Kita ada di rumah rohani ini, kita punya rumah rohani yang baru, kita punya takdir yang baru, kita punya alamat yang baru untuk itu jangan bawa kultur kita dari luar sana, jangan bawa kultur dan keluarga dan suku kita karena itu akan menghambat kita, karena orang kerajaan memiliki rasa hormat, mereka tahu memperlakukan orang tua, bagaimana memperlakukan saudara laki-laki dan saudaranya perempuan, bagaimana memperlakukan saudara yang lebih tua atau lebih muda. 

Jangan kita bayangkan bahwa ketika pemimpin kita melatih kita untuk membangun kehidupan di dalam roh hanya untuk memimpin pujian di depan atau hanya untuk bermain musik pada hari minggu, tapi kita dilatih untuk menduduki kota-kota musuh. Banyak orang yang akan mengikuti kita dan akan jadi pemimpin bukan hanya di gereja tapi takdir kita memimpin bangsa-bangsa kepada ketaatan. Siapkan diri kita..!!! ketika kita membangun di dalam roh, maka Tuhan akan membuka banyak akses di dalam hidup kita.

Kisah extravagance yang dilakukan oleh seorang perempuan berdosa yang memiliki buli dan dibawanya untuk membasuh kaki Tuhan menunjukan arti sebuah penyembahan yang sejati karena sebenarnya murid-murid masih belum bisa membedakan apa itu pelayanan dan penyembahan karena  keduanya adalah hal yang berbeda, kita dapat melayani tapi belum tentu sedang menyembah Tuhan diwaktu yang sama. Tapi perempuan ini tahu bagaimana menyembah itu, apa yang dia lakukannya menjadi sangat ekstrim bukan hanya untuk orang-orang farisi tapi juga untuk para murid-murid yang sudah sekian lama mengikut Yesus,  para murid dalam pandangannya menilai apa yang dilakukan si wanita tersebut adalah sebuah “pemborosan”.  Ps Rana menegaskan Worship must extravagance, Penyembahan haruslah “membawa kita untuk memboroskan hidup kita bagi Tuhan”. Kalau kita mau memastikan hidup kita menjadi penyembah yang benar berikanlah yang terbaik. 

THE HEART OF WORSHIP

Di awal Sunday Service kali ini, ps. Rosalia Lie sebagai ibu gembala  membawa jemaat untuk menyembah dan mengagungkan Tuhan kemudian dilanjutkan oleh ps. Victor Lie dengan deklarasi dan nubuatan kepada jemaat  bahwa kita adalah gereja yang berkemenangan, gereja yang berkuasa, gereja yang memerintah. Ada tiang awan, ada tiang api, ada kemuliaan Tuhan menjadi covering di dalam hidup setiap jemaat.

 Ps. Victor Lie dalam doanya membawa jemaat untuk memiliki hati yang mencintai Tuhan, mengasihi Tuhan dan hati yang menyembah Dia. Menyembah Tuhan bukan karena apa yang Dia lakukan tetapi karena Dia adalah Allah. Mengikuti Tuhan bukan karena roti yang Dia berikan, bukan karena mujizat yang Dia lakukan bagi kita, tetapi mengikut Dia karena siapa Dia, Dialah Allah, Dialah Tuhan. Sehingga disatu titik ketika kita datang ke pada Tuhan, tidak ada lagi permohonan dan keinginan apapun, tidak ada lagi kebutuhan apapun kecuali Tuhan, realitaNya dan keberadaaNya. Lebih lanjut dalam doa sebelum Firman dibagikan, Ps. Victor menyatakan bahwa di banyak tempat ataupun gereja, Tuhan dipuja-puja karena berkatNya, karena mujizatNya. Namun pastikan di HOT Church, jemaat memuja dan meyembah Dia sebagaimana Tuhan adanya. 

Ps. Victor Lie mengawali firmannya dengan berkata bahwa tahun ini adalah tahun yang luar biasa. Tahun yang baru tinggal dua bulan lagi tapi sesungguhnya kita sedang dibawa masuk ke dalam tahun yang baru. Tahun kelimpahan, tahun drastis dan dramatis. Tuhan sedang membawa kita masuk dalam musim yang baru di mana semua kemandulan berakhir. Kehidupan yang berbuah banyak telah datang. Kita sudah memasuki pergantian tahun. Happy new year. Orang merayakan tahun baru berdasarkan penanggalan masehi, kita sebagai orang percaya mengadakan tahun baru berdasarkan firman yang datang atas hidup kita. Selamat datang di tahun yang baru. Tahun yang penuh dengan kelimpahan dan terobosan. Dia datang untuk memberi kita hidup dan hidup dalam segala kelimpahan. 

Kita akan melihat ada gereja yang tidak biasa. Unusual church. Gereja yang tidak bisa dimakan oleh api dan singa. Mereka akan masuk ke dalam dapur api tapi api tidak akan menghanguskan mereka karena Allah yang hidup berjalan di tengah umatNya. Masa-masa kehidupan yang drastis dan dramatis sedang datang. Ada banyak hal yang di luar akal sehat sedang terjadi, ada banyak orang akan berkata “yang demikian belum pernah kami lihat”, tapi itu akan terjadi di dalam hidup kita dan ketika orang datang di tengah-tengah kita, mereka akan merasakan ada roh yang berbada, ada roh kebangunan rohani, ada Allah yang berjalan di tengah-tengah umatNya. Akhir-akhir ini, Tuhan sedang membersihkan kita seperti api tukang penatu karena ketika gereja dibersihkan, maka sesuatu yang besar akan terjadi. 

Mengapa ada banyak gereja yang lain yang hidup di dalam perzinahan, hidup semaunya, di dalam pesta pora dan kemabukan dan Tuhan tidak mendatangi mereka? Dan kenapa ada gereja kecil yang lain, yang sederhana tapi mereka didatangi Tuhan? Tuhan terus membersihkan mereka dengan firmanNya dan hadiratNya karena ada sesuatu yang besar yang akan datang. Sudah tiba saatnya bagi Tuhan membersihkan kita dengan satu tujuan untuk membawa gereja menjadi tempat bernaung. 

Yesaya 4:4-6  apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung
dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Putri Sion adalah gerejaNya. Ketika Tuhan membersihkan noda, segala aib keremajaan, segala dosa masa lalu dengan roh yang mengadili dan membakar maka Tuhan berjanji realitaNya akan menjadi sangat nyata. Di tiap doa-doa kita secara pribadi, Tuhan akan datang secara nyata bahkan di dalam doa-doa korporat, bahkan di tiap pertemuan, kehadiran Tuhan akan nyata sebagai tudung dan covering. Dia akan datang secara nyata. Dia akan menyediakan awan serta sinar api sebagai tanda Dia datang. Bahkan Ps. Victor menjelaskan bahwa kita memang tidak mencari manifestasi, kita tidak berkajang kepada penglihatan, kita tidak gandrung dengan euforia rohani tapi sebagai tanda Tuhan hadir yaitu bisa dirasa, bisa dilihat, bisa dialami.

Dalam kesempatan kali ini. Ps. Victor menjelaskan ketika Yesus  masuk ke dalam bait Allah, hal pertama yang Ia lakukan adalah membersihkan bait Allah. Semua hal yang membuat bait Allah terkotori harus dibabat habis, harus dibersihkan karena ini adalah rumah doa segala bangsa bukan sarang penyamun yaitu tempat berkumpulnya orang jahat. 

Mat 21:12-13  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Sekarang kita belum melihat rumah Tuhan sebagai rumah doa bagi segala bangsa karena masih masa pembersihan. Kita harus dibersihkan. Ketika Yesus masuk ke bait Allah, hal pertama yang Dia lakukan adalah membersihkan bait Allah. Pertama-tama Ia harus membersihkan kita sebagai rumahNya, semua hal yang membuat bait Allah terkotori harus dibabat habis, harus dibersihkan, karena ini adalah rumah doa bagi segala bangsa, bukan sarang penyamun. Sarang penyamun yang artinya tempat berkumpulnya orang jahat.
Dalam kesempatan kali ini, Ps. Victor Lie menjelaskan 3 point penting mengenai ayat di atas:

    · Berjual-beli.
Di zaman dulu, setiap orang yang mau masuk ke bait Allah harus membawa persembahan sebagai korban bakaran buat hidup mereka di hadapan Tuhan dan mereka harus membeli sesuatu karena tidak semua dari mereka adalah peternak. Mereka menggunakan momen itu untuk menjual apa yang dibutuhkan sehingga bait suci lebih mirip pasar dari pada tempat peribadatan. Yesus marah karena ada motivasi dan cara-cara yang tidak akurat terjadi di sana.
Berjual-beli artinya terlalu sibuk (busy). Selama gereja terlalu sibuk dengan program ini dan itu, maka Tuhan tidak bisa datang ke sana. Berjual-beli juga berbicara seperti lounge=kepasifan rohani. Gereja terus diajar untuk pasif. Ketika mendengarkan Firman Tuhan, respon mereka cukup dengan menganggukkan kepala, diam. Sikap hati yang berkata “saya akan melayani kalau diminta atau disuruh” adalah kepasifan. Kepasifan rohani harus berakhir karena itu menjadi sumbatan bagi rumah Tuhan.
     
    ·  Membalikkan meja penukar uang
Penukar uang berbicara tentang mammon. Selama ini orang selalu berkata hidup bergantung pada uang. Gereja ketika ingin membangun sebuah proyek dimulai dari berapa saldonya. Itulah sebabnya ketika Yesus masuk kedalam bait Allah, Dia balikkan meja penukar uang dengan kata lain Dia berkata bahwa BAIT SUCI TIDAK BOLEH BERGANTUNG PADA UANG..!!!

    · Mengusir pedangang merpati
Merpati adalah sebuah simbol ketulusan. Di dalam rumahNya, ketulusan diperdagangkan. Orang yang tulus dan murni justru tersingkir dari rumah Tuhan tetapi orang yang licik dan dolak-dalik dierami dan diayomi di dalam rumah Tuhan. Hukum terdesak ke belakang karena orang yang jujur dan tulus dilupakan. Yesus tahu bahwa pada hari-hari terakhir, ketulusan akan diperjual-belikan, untuk itu Dia bangkit dan membalikkan meja penukar uang dan berkata “rumah bapa-Ku bukanlah sarang penyamun melainkan rumah doa bagi segala bangsa”.

HARI-HARI YANG JAHAT

Tuhan sedang membangkitkan  pasukan yang kuat di akhir zaman. Ini bukan berbicara seberapa banyaknya orang tapi berbicara seberapa akuratnya seseorang hidup dan seberapa hebatnya seseorang bisa terhubung akurat dengan Tuhan. Inilah waktunya kita tidak ditekan oleh kondisi dan situasi tapi kita akan keluar sebagai pemenang. 
 Eph 6:10-18
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.

Stature Yang Bertumbuh

 Tuhan ingin setiap kita bertumbuh di dalam stature=posisi rohani  dan juga di dalam numbers=jumlah. Kalau kita baca di dalam Kisah Para Rasul pasal 2, 3 dan 4, kita bisa melihat bagaimana orang-orang bertumbuh secara stature, posisi rohani mereka mengalami perubahan dan peningkatan. Apa yang mereka deklarasikan selalu menjadi sebuah kenyataan di dalam hidup mereka. Doa-doa mereka mampu melepaskan para rasul keluar dari penjara. Doa-doa mereka membuat ranti-rantai gugur di tangan Petrus. Pintu penjara terbuka, malaikat hadir di penjara dan membebaskan mereka. Ada satu kuasa Tuhan yang bekerja di tengah-tengah mereka karena mereka memiliki stature.
 
Pada awalnya Tuhan membawa kita terus mengalami realita Tuhan secara pribadi tetapi ada waktu dimana Tuhan akan membawa kita keluar untuk menyampaikan suara Tuhan. Dan saat kita menyampaikan suara Tuhan, maka seluruh lutut harus bertelut, seluruh lidah harus mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Suatu kali, seluruh kerajaan dunia akan sujud, berdiri di hadapan  Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan karena Kerajaan Allah lebih superior dari pada kerajaan yang lain.